INVESTASI KARENA BERESIKO, SIAPA TAKUT
Mempunyai cukup uang dan tanggungan, tapi belum berinvestasi, bisa jadi
seseorang tidak siap menghadapi masa depan. Terkadang, bukan karena
kurang pengetahuan, tapi takut terhadap risiko yang jadi penghalang.
"Memang,
risiko itu sudah jadi bagian hidup kita. Sejak bangun pagi, keluar
rumah, bekerja hingga pulang kembali, sesuatu yang tidak diharapkan bisa
saja menimpa kita,
Namun, ada risiko yang dapat dihindari dan juga harus berani
dihadapi. Berikut ini tips untuk siap menghadapi risiko.
1. Kenali profil Anda.
Setiap
orang punya level aman yang berbeda-beda dalam berinvestasi. Dengan
menganalisis dan mengenali profil risiko, maka seseorang bisa mengatur
batas risiko yang dapat diterima dan memilih produk investasi yang
membuatnya nyaman. Karena, pada akhirnya, hal yang paling penting bagi
seorang investor adalah bisa tidur nyenyak di malam hari.
2. Pertimbangkan perusahaan yang sudah jelas.Banyak
jenis investasi yang menawarkan skema yang menarik, tapi ternyata tidak
punya izin yang jelas. Sebelum mempertimbangkan, pastikan perusahaan
yang menawarkan investasi memiliki izin usaha dari regulator. Kalau
bentuknya produk keuangan, izinnya dari Otoritas Jasa Keuangan.
Selain
itu, reputasi dan rekam jejak bisa jadi acuan. Beberapa perusahaan atau
produk terbaik akan memiliki sejarah penghargaan yang menunjukkan
konsistensi kinerja dan keberhasilannya.
3. Ketahui sebab akibat munculnya risiko.Setiap
penjual pasti menjelaskan semua yang bagus-bagus dari produknya.
Misalnya, tawaran dengan cara seperti ini: "Pak, produk ini kasih return 10 persen bulan lalu lho. Dicoba saja Pak."
INGATLAH..! return dan risiko itu seperti dua mata koin yang sama. Kalau ada produk memberi return 10 persen per bulan, artinya juga bisa memiliki potensi kerugian 10 persen per bulan.
"Jadi, bersikaplah kritis untuk cari tahu apa sebabnya. Apa penyebab kenaikan? Jika kondisi berbalik, apa risikonya?"
Ayat Al - Qur'an
Jumat, 15 November 2013
Rabu, 31 Juli 2013
Sifat Rasulullah dan berkah di balik uang delapan dirham
Suatu pagi, Rasulullah Muhammad SAW memperhatikan dengan seksama pakaian yang dikenakannya setiap hari. Pakaian itu tampak sangat lusuh lantaran selalu dipakai Rasulullah.Tetapi, Rasulullah sama sekali tidak memiliki baju ganti dan hanya memiliki rezeki sebanyak delapan dirham. Dia kemudian bergegas pergi ke pasar untuk membeli pakaian baru.
Di tengah jalan, dia bertemu dengan seorang wanita yang menangis karena kehilangan uang. Rasulullah kemudian memberikan dua dari delapan dirham yang dia bawa agar si wanita itu berhenti menangis.
Setelah itu, Rasulullah bergegas menuju tempat pedagang pakaian. Dengan seksama, Rasulullah melihat pakaian yang dipajang dan akhirnya membeli sepasang pakaian dengan harga empat dirham.
Dengan perasaan gembira karena memiliki pakaian baru, Rasulullah kemudian pergi meninggalkan pedagang pakaian di pasar itu. Tetapi, di tengah jalan Rasulullah bertemu dengan seorang kakek dalam keadaan agak telanjang.
Sifat dasar Rasulullah kemudian muncul. Rasulullah tidak tega melihat ada orang lain menderita. Akhirnya, Rasulullah memberikan pakaian yang baru saja dibelinya kepada si kakek itu.
Si kakek merasa senang dan sangat berterima kasih kepada Rasulullah. Rasulullah pun membalasnya dengan senyum dan menyuruh si kakek untuk segera memakai pakaian yang sudah diberikan.
Setelah itu, Rasulullah kembali membeli pakaian menggunakan sisa uang yang dimilikinya. Rasulullah pun akhirnya dapat membeli pakaian dengan harga dua dirham, tentu dengan kualitas di bawah pakaian yang sebelumnya telah dibeli.
Hal itu tidak menyurutkan kegembiraan Rasulullah. Segeralah dia bergegas untuk pulang, karena hari semakin senja.
Saat menuju rumah, di tengah perjalanan Rasulullah kembali bertemu dengan wanita yang tadi menangis karena kehilangan uang. Wanita itu tampak khawatir, dan membuat Rasulullah mendekatinya.
"Ada apa engkau? Mengapa engkau tampak begitu khawatir?" tanya Rasulullah.
"Saya takut tidak bisa pulang, wahai Rasulullah. Karena saya telah melewati batas waktu yang diberikan oleh majikan saya," kata si wanita itu.
"Ya sudah kalau begitu. Saya akan mengantarmu pulang," ucap Rasulullah.
Wanita itu mengiyakan tawaran Rasulullah. Kemudian, Rasulullah mengantar si wanita itu pulang ke rumah majikannya, yang berada di dalam perkampungan kaum Anshar.
"Assalamu alaikum warahmatullah," ucap Rasulullah kepada pemilik rumah, yang sama sekali tidak menyahut. Rasulullah mengulangi salam itu sampai tiga kali, tetapi, sama sekali tidak ada balasan.
Sejenak, wanita pemilik rumah keluar dan menemui Rasulullah. "Mengapa kamu berbuat demikian?" tanya Rasulullah kepada wanita pemilik rumah karena tidak menjawab salam.
"Saya hanya ingin agar mendapat salam lebih banyak dari engkau, ya Rasulullah," kata wanita si pemilik rumah. "Lantas, adakah hal yang engkau perlukan, hingga engkau datang ke rumah ini?" tanya si pemilik rumah.
"Pembantumu tidak berani pulang karena tidak bisa menepati waktu yang engkau berikan kepadanya. Maka saya ke sini untuk mengantarnya pulang. Sekiranya dia harus mendapat hukuman, biarlah saya yang menerima hukuman itu," ujar Rasulullah.
Perkataan Rasulullah membuat pemilik rumah terharu, karena telah mengantarkan si pembantu dan memintakan maaf, padahal Rasulullah tidak melakukan kesalahan sama sekali. "Kami telah memaafkannya dan telah membebaskannya," jawab pemilik rumah.
Mendengar jawaban itu, Rasulullah merasa senang dan segera pulang ke rumah. Sesampai di rumah, Rasulullah tampak begitu bahagia, karena dengan uang delapan dirham yang dimilikinya ternyata membawa berkah tidak hanya bagi Rasulullah sendiri, melainkan juga bagi orang lain, salah satunya seorang budak yang dimerdekakan oleh majikannya.
"Belum pernah kutemui berkah angka delapan seperti hari ini. Delapan dirham mampu memberikan rasa aman bagi seseorang dari ketakutan, mencukupi kebutuhan orang yang sangat mendesak, dan dapat memerdekakan budak," ucap Rasulullah.
Minggu, 25 November 2012
Subhanallah, Bayi Ini Lahir Membawa Alquran
Allah SWT tak pernah berhenti
menunjukkan kuasa-Nya. Seorang bayi di Nigeria lahir sembari membawa Alquran
dari rahim ibunya. Sejatinya, ibu bayi tersebut beragama Kristen, tapi
pascamelihat mukjizat Allah tersebut, sang ibu dan nenek bayi tersebut langsung
mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan diri masuk Islam.
Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5) kemarin, bayi tersebut lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei 2012 lalu. Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi tersebut membawa sebuah Mushaf kecil di tangannya.
Kikelomo Ilori, nama ibu bayi tersebut. Wanita 32 tahun yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan langsung mengganti namanya menjadi Sherifat ketika masuk Islam. Hal itu diikuti nenek bayi tersebut yang mengganti namanya menjadi nama Islam.
Kelahiran bayi tersebut pun menyedot perhatian para ulama di negara benua hitam tersebut. Para ulama di Nigeria berkumpul untuk memberikan nama kepada bayi tersebut. Setelah menyampaikan ceramah singkat, seorang ulama Nigeria, Ustad Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.
Untuk menghindari syirik dan kesesatan, Ustad Abdul Rahman juga menasihati sang ibu bila bayinya bukanlah seorang nabi, meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Alquran. Menurutnya, kejadian itu merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan.
Dalam acara pemberian nama itu, turut hadir ulama setempat, Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua Nasrulifathi Society of Nigeria, NASFAT, Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Alifathiaquareeb Islamic Society of Nigeria.
Kelahiran sang bayi pun memberi berkah bagi tetangga sekampung. Pedagang tumpah ruah menjual berbagai souvenir terkait bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto bayi tersebut.
Tak heran bila kelahiran bayi tersebut dianggap kontroversi sebagian pihak. Sebagian pihak berkata mustahil, tapi sebagian lainnya menganggap kejadian tersebut adalah kuasa Tuhan, dimana tak ada yang mustahil bagi-Nya.
Bahkan, seorang dokter dipecat gara-gara mengatakan kejadian tersebut adalah hoax alias berita bohong. Padahal saksi, media dan ibunya sendiri menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5) kemarin, bayi tersebut lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei 2012 lalu. Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi tersebut membawa sebuah Mushaf kecil di tangannya.
Kikelomo Ilori, nama ibu bayi tersebut. Wanita 32 tahun yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan langsung mengganti namanya menjadi Sherifat ketika masuk Islam. Hal itu diikuti nenek bayi tersebut yang mengganti namanya menjadi nama Islam.
Kelahiran bayi tersebut pun menyedot perhatian para ulama di negara benua hitam tersebut. Para ulama di Nigeria berkumpul untuk memberikan nama kepada bayi tersebut. Setelah menyampaikan ceramah singkat, seorang ulama Nigeria, Ustad Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.
Untuk menghindari syirik dan kesesatan, Ustad Abdul Rahman juga menasihati sang ibu bila bayinya bukanlah seorang nabi, meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Alquran. Menurutnya, kejadian itu merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan.
Dalam acara pemberian nama itu, turut hadir ulama setempat, Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua Nasrulifathi Society of Nigeria, NASFAT, Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Alifathiaquareeb Islamic Society of Nigeria.
Kelahiran sang bayi pun memberi berkah bagi tetangga sekampung. Pedagang tumpah ruah menjual berbagai souvenir terkait bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto bayi tersebut.
Tak heran bila kelahiran bayi tersebut dianggap kontroversi sebagian pihak. Sebagian pihak berkata mustahil, tapi sebagian lainnya menganggap kejadian tersebut adalah kuasa Tuhan, dimana tak ada yang mustahil bagi-Nya.
Bahkan, seorang dokter dipecat gara-gara mengatakan kejadian tersebut adalah hoax alias berita bohong. Padahal saksi, media dan ibunya sendiri menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Kamis, 18 Oktober 2012
Manfaat Puasa Tarwiyah dan Arofah
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang
dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 bulan Dzulhijah pada
kalender Islam Qamariyah/Hijriyah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum
Muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji.
Kesunnahan puasa Arafah tidak didasarkan adanya wukuf di Arafah oleh jamaah haji, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia tidak sama dengan di Saudi Arabia yang hanya berlainan waktu 4-5 jam. Ini tentu berbeda dengan kelompok umat Islam yang menghendaki adanya ‘rukyat global’, atau kelompok yang ingin mendirikan khilafah islamiyah, dimana penanggalan Islam disamaratakan seluruh dunia, dan Saudi Arabia menjadi acuan utamanya.
Keinginan menyamaratakan penanggalan Islam itu sangat bagus dalam rangka menyatukan hari raya umat Islam, namun menurut ahli falak, keinginan ini tidak sesuai dengan kehendak alam atau prinsip-prinsip keilmuan. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau Hijriyah berlaku secara nasional, yakni rukyat yang diselenggarakan di dalam negeri masing-masing dan berlaku satu wilayah hukum. Ini juga berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW sendiri.
Penentuan hari arafah itu juga ditegaskan dalam Bahtsul Masa’il Diniyah Maudluiyyah pada Muktamar Nahdlatul Ulama XXX di Pondok Pesantren Lirboyo, akhir 1999. Ditegaskan bahwa yaumu arafah atau hari Arafah yaitu tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender negara setempat yang berdasarkan pada rukyatul hilal.
Adapun tentang fadhilah atau keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:
صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً
Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)
Para ulama menambahkan adanya kesunnahan puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits lain, bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan bahwa hadits ini dloif (tidak kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla’ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.
Selain itu, memang pada hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa untuk menjalankan ibadah seperti puasa. Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ
Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid. (HR Bukhari)
Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan bagi yang tidak menjalankan ibadah haji di tanah suci. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa Ramadhan.
Bagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunnahkan untuk berpuasa. Maka ia akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadhan) dan pahala puasa sunnah. Demikian ini seperti pernah dibahas dalam Muktamar NU X di Surakarta tahun 1935, dengan mengutip fatwa dari kitab Fatawa al-Kubra pada bab tentang puasa:
يُعْلَمُ أَنَّ اْلأَفْضَلَ لِمُرِيْدِ التََطَوُّعِ أَنْ يَنْوِيَ اْلوَاجِبَ إِنْ كَانَ عَلَيْهِ وَإِلَّا فَالتَّطَوُّعِ لِيَحْصُلَ لَهُ مَا عَلَيْهِ
Diketahui bahwa bagi orang yang ingin berniat puasa sunnah, lebih baik ia juga berniat melakukan puasa wajib jika memang ia mempunyai tanggungan puasa, tapi jika ia tidak mempunyai tanggungan (atau jika ia ragu-ragu apakah punya tanggungan atau tidak) ia cukup berniat puasa sunnah saja, maka ia akan memperoleh apa yang diniatkannya
Kesunnahan puasa Arafah tidak didasarkan adanya wukuf di Arafah oleh jamaah haji, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia tidak sama dengan di Saudi Arabia yang hanya berlainan waktu 4-5 jam. Ini tentu berbeda dengan kelompok umat Islam yang menghendaki adanya ‘rukyat global’, atau kelompok yang ingin mendirikan khilafah islamiyah, dimana penanggalan Islam disamaratakan seluruh dunia, dan Saudi Arabia menjadi acuan utamanya.
Keinginan menyamaratakan penanggalan Islam itu sangat bagus dalam rangka menyatukan hari raya umat Islam, namun menurut ahli falak, keinginan ini tidak sesuai dengan kehendak alam atau prinsip-prinsip keilmuan. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau Hijriyah berlaku secara nasional, yakni rukyat yang diselenggarakan di dalam negeri masing-masing dan berlaku satu wilayah hukum. Ini juga berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW sendiri.
Penentuan hari arafah itu juga ditegaskan dalam Bahtsul Masa’il Diniyah Maudluiyyah pada Muktamar Nahdlatul Ulama XXX di Pondok Pesantren Lirboyo, akhir 1999. Ditegaskan bahwa yaumu arafah atau hari Arafah yaitu tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender negara setempat yang berdasarkan pada rukyatul hilal.
Adapun tentang fadhilah atau keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:
صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً
Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)
Para ulama menambahkan adanya kesunnahan puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits lain, bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan bahwa hadits ini dloif (tidak kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla’ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.
Selain itu, memang pada hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa untuk menjalankan ibadah seperti puasa. Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ
Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid. (HR Bukhari)
Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan bagi yang tidak menjalankan ibadah haji di tanah suci. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa Ramadhan.
Bagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunnahkan untuk berpuasa. Maka ia akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadhan) dan pahala puasa sunnah. Demikian ini seperti pernah dibahas dalam Muktamar NU X di Surakarta tahun 1935, dengan mengutip fatwa dari kitab Fatawa al-Kubra pada bab tentang puasa:
يُعْلَمُ أَنَّ اْلأَفْضَلَ لِمُرِيْدِ التََطَوُّعِ أَنْ يَنْوِيَ اْلوَاجِبَ إِنْ كَانَ عَلَيْهِ وَإِلَّا فَالتَّطَوُّعِ لِيَحْصُلَ لَهُ مَا عَلَيْهِ
Diketahui bahwa bagi orang yang ingin berniat puasa sunnah, lebih baik ia juga berniat melakukan puasa wajib jika memang ia mempunyai tanggungan puasa, tapi jika ia tidak mempunyai tanggungan (atau jika ia ragu-ragu apakah punya tanggungan atau tidak) ia cukup berniat puasa sunnah saja, maka ia akan memperoleh apa yang diniatkannya
Selasa, 28 Agustus 2012
Mengenal pribadi lewat kentut...
Tahukah Anda, ternyata mengetahui sifat-sifat seseorang yang
belum kita kenal tidak sesulit yang kita duga. Banyak cara yang bisa dilakukan. Selama
ini banyak hal yang dilakukan orang untuk mengukur atau mengetahui sifat dan
tabiat seseorang, baik itu lewat gaya bicara, pakaian yang dikenakan, warna
atau makanan kesukaannya, bentuk tampangnya, ataupun lewat zodiak/bintangnya,
bahkan dengan cara yg canggih seperti melalui MTD Workshop, Management
& Organization Profiling dsb.
Di bawah ini ada alternative
yang sama sekali lain dari yang lain ….
Yaitu dengan cara
mengamati sikap kentut seseorang.
Ternyata cara kentut
seseorang menunjukkan sifat-sifat dan keadaan orang tersebut.
Mari kita mencoba, termasuk orang yang
bagaimanakah Kita ???
1. Orang
yang Jujur
Orang yang
mengaku kalau habis kentut.
2. Orang yang Tidak Jujur
Orang yang kalau
kentut terus menuduh orang lain.
3. Orang yang Sabar
Orang yang
menahan kentutnya sendiri
4. Orang yang Pede (Percaya Diri)
Orang yg kentutnya kenceng tanpa rasa bersalah
5. Orang yang Kejam (Sadis)
Orang yang
sesudah kentut lantas mengibas-ngibaskan sarungnya ke orang lain.
6. Orang yg suka menteror (teroris)
Orang yg kentutnya tak bersuara tapi baunya
minta ampuuuun
7. Orang yang Pemalu
Orang yang kalau
kentut tidak bunyi tapi merasa malu sendiri.
8. Orang yang
Strategis
Orang yang
menyamarkan kentutnya dengan cara kentut sambil tertawa-tawa.
9. Orang yang Bodoh
Orang yang
sehabis kentut terus menarik nafas dalam-dalam untuk mengganti angin yg keluar.
10. Orang yang Hemat
Orang yang
mencadangkan kentutnya (dikeluarkan sedikit-sedikit).
11. Orang yang Pelit
Orang yang senang
mencium kentutnya sendiri.
12. Orang yang Ramah
Orang yang suka
mencium bau kentut orang lain.
16. Orang yang
Pintar
Orang yang bisa
hafal bau kentut orang lain.
17. Orang yang Sial
17. Orang yang Sial
Orang yang merasa
mau kentut tapi ternyata yang keluar …… ampasnya.
Senin, 04 Juni 2012
MOTIVASI BISNIS
Menjaga motivasi bisnis ketika mulai putus asa. Tidak bisa dipungkiri ketika kita sedang memulai suatu usaha, ada kalanya kita medapatkan cobaan. Barangkali kita telah memulai sebuah bisnis. Menjalankan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tetapi hanya saja belum berhasil. Mungkin juga kita masih baru memulai, tapi sudah frustasi. Stress. Barangkali juga, kita sudah mulai melangkah ke target berikutnya, tetapi belum bisa mencapainya.
Terlepas dari masalah apa yang kita hadapi, menjaga atau membuat diri termotivasi tidak terlalu sulit. Permasalahannya, cuma bagaimana cara dan triknya dalam mencari Permasalahan yang sering terjadi……?
Jangan terlebih dahulu mengakhiri perjuangan kita. Memang untuk mencapai kesuksesan kita akan selalu menghadapai permasalahan. Janganlah takut.
Berikut ini tips-tips yang akan kita pelaajari dalam mengatasi suatu permasalahan :
1. Anggap saja masalah itu hanya sementara
Apakah bisnis kita tidak mengalami perkembangan yang berarti? Seakan-akan seseorang yang berdiri di tempatnya padahal dia ingin melangkah? Perlu kita ketahui, bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak berubah! Tidak ada yang tetap, Semua karena apa pun di dunia ini terikat oleh ruang dan waktu. jadi, jangan melihat masalah ini tanpa ada solusinya. Percayalah ada sebuah cahaya yang bersinar di sana…..berpikirlah untuk bagaimana bisa maju….?2. Tempel target di meja kerja atau tempat-tempat yang sering kamu kunjungi
Saya melihat, orang-orang yang sadar tentang apa yang mereka perjuangkan lebih bersemangat menghadapi masalah. Mungkin, alam bawah sadar mereka telah aktif untuk merespon masalah. Sehingga memaklumi bahwa mereka akan menghadapi masalah. Bahkan masalah besar.Jadi tempel lah target-target bisnis kita. Bisa di meja kerja, ruang tamu, kamar tidur bahkan kamar mandi kalau perlu. Ini juga bermanfaat agar kita tidak terlena oleh hal-hal kecil. Yang tidak memberikan dampak yang berarti bagi perkembangan bisnis.
3. Percaya kepada diri sendiri bahwa kita mampu
Memang sulit sekali ketika kita sedang dilanda masalah. Apalagi masalah besar. Saya pun pernah mengalami. Saya pernah tidak percaya kepada kemampuan saya. Tetapi setelah saya melihat dan mungkin merenung tentang kesuksesan , Saya pun termotivasi kembali.Saya yakin setiap orang pasti pernah sukses. Sekecil apa pun itu. Ingatlah kesuksesan-kesuksesan yang telah kita capai. Itu akan cukup membantu pada diri kita .
4. Mintalah pendapat dari orang-orang di sekitar kita
Seringkali pikiran dan perasaan kita terhadap diri kita sendiri salah. Ya, meski pun tidak seratus persen. Sehingga untuk mendapatkan kepercayaan diri dan melangkah ke jalan kesuksesan mintalah pendapat orang-orang di sekitar kita. Mintalah pendapat dan evaluasi.berpikirlah luas dan berpikirlah tentang hal-hal yang menguntungkan ,. Tetap bandingkan dengan kenyataan yang sebenarnya. , peluang yang ada ....dan bagaimana semua itu bisa diimplementasikan.
Senin, 28 Mei 2012
Hadapilah
Masalah datang dan pergi ,seringkali orang mengatakan masalah adalah bumbu kehidupan ,sama halnya dalam setiap usaha kita selalu di hadapkan pada masalah.
Apakah masalah -masalah yang ada terlalu sulit untuk di atasi atau bahkan menghambat laju pertumbuhan usaha kita ?
Sebenarnya semua itu tergantung dari bagaimana kita memandang masalah itu sendiri ,ingatlah.... ! ada masalah ada jalan keluarnya ,mungkin sulit tetapi selalu bisa di atasi dan menurut ku seringkali yang menjadi hambatan adalah diri kita sendiri...
bagi ku yang terpenting bukanlah.. apa...dan ...kenapa...? tetapi bagaimana mengatasinya ...? karena kita semua tahu mengeluh bukanlah jawaban ..
Kita harus percaya dengan apa yang kita lakukan...... maka saya yakin nantinya semua usaha yang kita lakukan akan terbayar atau mendapatkan hasil ..lebih baik mencoba gagal dari pada tidak sama sekali ...!
Apakah masalah -masalah yang ada terlalu sulit untuk di atasi atau bahkan menghambat laju pertumbuhan usaha kita ?
Sebenarnya semua itu tergantung dari bagaimana kita memandang masalah itu sendiri ,ingatlah.... ! ada masalah ada jalan keluarnya ,mungkin sulit tetapi selalu bisa di atasi dan menurut ku seringkali yang menjadi hambatan adalah diri kita sendiri...
bagi ku yang terpenting bukanlah.. apa...dan ...kenapa...? tetapi bagaimana mengatasinya ...? karena kita semua tahu mengeluh bukanlah jawaban ..
Kita harus percaya dengan apa yang kita lakukan...... maka saya yakin nantinya semua usaha yang kita lakukan akan terbayar atau mendapatkan hasil ..lebih baik mencoba gagal dari pada tidak sama sekali ...!
Langganan:
Postingan (Atom)
